Jeneponto, mediaukhuwah.id – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Jeneponto masa bakti 2022-2026 yang berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026. Acara yang digelar di Gedung Serbaguna Aisyiyah Jeneponto ini menjadi momen bersejarah karena Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Dewan Pengurus Daerah (DPD) diterima utuh tanpa adanya satu pun koreksi.
Keputusan penerimaan LPJ tersebut disepakati secara bulat oleh seluruh peserta musyawarah, khususnya dari perwakilan 11 Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Jeneponto. Para Ketua Umum DPK tidak hanya menyatakan penerimaan, tetapi justru memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kinerja kepengurusan periode ini.
Di tengah suasana formalitas musyawarah, terselip rasa kehilangan yang mendalam yang diungkapkan oleh para Ketua Umum DPK. Mereka menyadari bahwa masa bakti 2022-2026 telah menjadi perjalanan panjang yang mengikat tali persaudaraan yang sangat kuat antar tingkatan pengurus, dari tingkat daerah hingga kecamatan.
Pesan Menyentuh Hati dari Ketua Umum
Menutup sesi pertanggungjawaban, Ketua Umum DPD BKPRMI Kabupaten Jeneponto, Salihuddin, S.Ag., H.Q., C.PQI, menyampaikan pesan penutup yang begitu menyentuh dan mampu meneteskan air mata bagi seluruh hadirin yang hadir.
Dalam pidatonya, Salihuddin merenungi kembali perjalanan empat tahun terakhir yang tidak selalu berjalan mulus. Ia mengajak seluruh keluarga besar BKPRMI untuk mengingat kembali segala suka dan duka yang telah dilalui bersama.
“Hari ini, kita bukan sekadar menyelesaikan administrasi kepengurusan, tetapi kita sedang menutup satu lembar perjalanan hidup yang sangat berharga. Selama empat tahun ini, kita telah menorehkan cerita, mulai dari tawa kebersamaan saat sukses menggelar acara, hingga air mata dan lelah saat kita bersama-sama mencari solusi di tengah kesulitan,” ujar Salihuddin dengan nada bergetar.
“Kepengurusan ini bukan sekadar jabatan, melainkan wadah kita menebar manfaat dan mengasah keikhlasan. Rasa kehilangan ini pasti ada, karena hati kita sudah terikat begitu kuat. Namun, apapun yang telah kita lalui, baik itu senang maupun susah, semuanya telah menjadi catatan amal dan kenangan indah yang tak akan terlupa. Terima kasih untuk kebersamaannya, terima kasih untuk kesetiaannya. Kita berpisah dalam formasi, tapi tetap bersatu dalam hati dan perjuangan,” tambahnya.
Pernyataan tersebut disambut dengan tepuk tangan meriah dan mata yang berkaca-kaca, menandakan betapa eratnya ukhuwah yang telah dibangun selama masa bakti 2022-2026 ini.
