Wajo, mediaukhuwah.id – Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kabupaten Wajo resmi dilantik dalam sebuah prosesi khidmat yang dipusatkan di Pondok Pesantren Daarul Mu’minin As’Adiyah Doping, Kecamatan Penrang, Kabupaten Wajo. Momentum sakral yang bertepatan dengan peringatan 10 Muharram ini dirangkaikan dengan Latihan Mujahid Dakwah 1 (LMD 1) serta Tabligh Akbar, menandai babak baru gerakan pemakmuran masjid di Bumi Lamaddukelleng.
Hadir mewakili Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Selatan, Ketua 1 DPW BKPRMI Sulsel, Salihuddin, S.Ag., H.Q., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat sekaligus permohonan maaf serta salam takzim dari Ketua Umum yang berhalangan hadir langsung. Salihuddin menegaskan bahwa pelantikan di Wajo kali ini terasa sangat istimewa karena diawali dengan pelaksanaan LMD 1 sebagai instrumen penyaringan kader.

“Pelantikan hari ini bukanlah sekadar seremonial pasang pin atau foto bersama, melainkan gerbang awal perjuangan. Kami sangat mengapresiasi karena kepengurusan ini diawali dengan LMD 1. Di BKPRMI, LMD 1 adalah syarat mutlak untuk menjadi pengurus. Kita ingin memastikan nakhoda BKPRMI Wajo ke depan adalah pejuang (mujahid) yang siap mewakafkan waktu dan energinya untuk memakmurkan masjid,” tegas Salihuddin.
Dalam kesempatan tersebut, Salihuddin juga membagikan kabar bahagia dan pemantik semangat dari Kabupaten Takalar. Perjuangan BKPRMI di sana berhasil mendorong Pemerintah Daerah Takalar mengintervensi anggaran APBD tahun 2026 sebesar Rp 600.000 per bulan untuk insentif guru-guru TKA/TPA.
“Ini bukti nyata kehadiran pemerintah dalam mengapresiasi pencetak generasi Qur’ani. Kita doakan dan perjuangkan bersama agar komitmen keren seperti di Takalar ini segera menular ke Kabupaten Wajo!” tambahnya disambut antusiasme hadirin. Istimewanya, DPD BKPRMI Wajo juga menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah Festival Remaja Masjid (FRM) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di masa mendatang.
Apresiasi setinggi-tingginya turut datang dari Pemerintah Kabupaten Wajo. Bupati Wajo yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan (PHP) menyatakan bahwa BKPRMI memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah, khususnya pada sektor pembinaan anak-anak santri TKA/TPA. Pemkab Wajo berharap ke depan kerja-kerja ideologis ini dapat dimaksimalkan, terutama dalam membentengi moral generasi muda melalui penguatan pembinaan pemuda dan remaja masjid di seluruh pelosok Wajo.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Wajo menegaskan komitmen penuh institusinya untuk bersinergi dan mengawal program-program DPD BKPRMI Wajo ke depan. Secara khusus, Kakan Kemenag menyoroti tantangan kebersihan masjid. Beliau menantang BKPRMI Wajo agar menjadi candradimuka yang menggerakkan gerakan riil pemuda untuk membersihkan dan memakmurkan masjid melalui gerakan *Back to Masjid*. Memanfaatkan spirit hijrah 10 Muharram, kepengurusan baru ini diharapkan melahirkan berbagai inovasi program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Sebelumnya, Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Mu’minin As’Adiyah Doping, KH. Agustan Ranreng, S.Ag., dalam laporannya memaparkan selayang pandang perjuangan ponpes yang dirintisnya dari nol. Berkat semangat gotong royong, pesantren tersebut kini eksis melayani masyarakat melalui jenjang pendidikan formal dari Kober, RA, MTs, MA, hingga dalam waktu dekat akan mendirikan Sekolah Bola Daarul Mu’minin.
Acara yang berlangsung penuh berkah ini ditutup secara purna dengan Taushiyah Tabligh Akbar yang disampaikan oleh Almukarram Prof. Dr. Muhammad Agus, S.Th.I., M.Th.I. Dalam pesan spiritualnya, beliau menitipkan tiga esensi penting bagi seluruh pengurus yang baru dilantik dalam mengemban amanah dakwah:
1. Ta’allam qablal kalaam: Wajib belajar dan membekali diri dengan ilmu sebelum mulai mengajar atau berdakwah.
2. Dekatkan diri kepada Allah: Perbaiki hubungan spiritual dengan Sang Pencipta sebelum melangkah merangkul masyarakat.
3. Perbaiki diri terlebih dahulu. Proses self-reform harus mendahului keinginan untuk memperbaiki orang lain.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Pengurus Pusat As’Adiyah Wajo, unsur Forkopimcam Penrang (Camat Penrang, Kapolsek Penrang, dan Danramil 09/Sajoanging), Ayahanda Dewan Pembina, Penasihat, Majelis Pakar, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, serta ratusan kader mujahid dakwah BKPRMI.











