Jeneponto, mediaukhuwah.id – Upaya percepatan transformasi digital pendidikan di Kabupaten Jeneponto kembali diperkuat. Sebanyak 20 guru lintas jenjang akan mengikuti Pendampingan Pelaksanaan Program Digitalisasi Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Sulawesi Selatan selama dua hari, 30 Juni hingga 1 Juli 2026, bertempat di SMP Negeri 1 Binamu, Kabupaten Jeneponto.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas nasional untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran.
Kegiatan tersebut direncanakan akan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto, Alamsyah, S.E., M.M.
Kehadiran pimpinan daerah diharapkan menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Jeneponto terhadap penguatan ekosistem pembelajaran digital di satuan pendidikan.
Menariknya, Kabupaten Jeneponto dipercaya menghadirkan dua fasilitator terbaik yang selama ini aktif menggerakkan transformasi pendidikan digital di daerah. Mereka adalah Zulkifli Tompo, Co Kapten belajar.id Kabupaten Jeneponto sekaligus guru SMKN 7 Jeneponto, yang bertugas sebagai Fasilitator A, serta Muhammad Rizal Firdaus, Guru Pejuang Digital (GPD) dan guru UPT SDN 1 Bangkala, yang bertugas sebagai Fasilitator B. Penugasan keduanya ditetapkan secara resmi oleh BBPMP Provinsi Sulawesi Selatan sebagai fasilitator Pendampingan Pelaksanaan Program Digitalisasi Tahap IV Tahun 2026.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta akan memperoleh materi yang berorientasi pada praktik implementasi digitalisasi pembelajaran. Materi meliputi eksplorasi dan pemeliharaan perangkat digitalisasi, pemanfaatan teknologi digital berbasis TPACK, penggunaan Ruang Murid dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung pembelajaran, hingga praktik penyusunan pembelajaran interaktif menggunakan perangkat digital seperti Interactive Flat Panel (IFP). Peserta juga akan mengikuti sesi real teaching, peer teaching, penyusunan rencana tindak lanjut, pre-test, dan post-test sebagai bentuk evaluasi peningkatan kompetensi.
Melalui pendampingan ini, para guru diharapkan tidak hanya mampu mengoperasikan perangkat digital, tetapi juga dapat merancang pengalaman belajar yang lebih interaktif, kreatif, dan berpusat pada peserta didik. Penguatan kapasitas guru menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung implementasi pembelajaran abad ke-21 yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Penunjukan Co Kapten belajar.id dan Guru Pejuang Digital sebagai fasilitator menjadi bukti bahwa sumber daya pendidik di Kabupaten Jeneponto memiliki kapasitas untuk berkontribusi dalam program strategis Kementerian Pendidikan. Kehadiran mereka diharapkan mampu menginspirasi guru-guru lain agar semakin aktif memanfaatkan platform digital pendidikan, mengembangkan media pembelajaran inovatif, serta membangun budaya belajar yang kolaboratif di sekolah masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Kabupaten Jeneponto kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan berbasis digital. Kolaborasi antara BBPMP Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto, serta para penggerak digital pendidikan diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan pembelajaran yang inovatif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa depan.











