GIAT PAI ASN DAN NON ASN KECAMATAN TAMALATEA : Metode Dirosa jadi Alternatif dalam Memberantas Buta Aksara Al-Qur’an di Kecamatan Tamalatea.

Penyuluh Agama Islam (PAI) ASN dan Non ASN Kecamatan Tamalatea yang terdiri dari Penyuluh ASN 3 orang dan Penyuluh Non ASN 8 orang dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an di Kecamatan Tamalatea. Salah seorang PAI Kecamatan Tamalatea Nursyamsiani S.Ag di sela-sela kesibukannya yang ditemui tim media Ukhuwah di ruang kerjanya menyatakan bahwa Metode Dirosa adalah salah satu Metode alternatif PAI Kecamatan Tamalatea dalam memberantas Buta Kksara Al-Qur’an.

Lebih lanjut Nani sapaan akrabnya menyatakan dalam melaksanakan pembinaan dan bimbingan Pembangunan Agama pada Majlis Taklim biasanya diawali dengan bimbingan membaca Al-Qur’an lewat Metode dirosa kemudian dilanjutkan dengan ceramah Agama Islam. Nursyamsiani yang juga Direktur Daerah LPPKS DPD BKPRMI Kabupaten Jeneponto mencontohkan misalnya hari senin 13 juni 2022 pembelajaran lewat Metode dirosa di Majlis Taklim Al Isra’ Desa Bontojai Kecamatan Tamalatea yang dihadiri sekitar 42 orang anggota Majlis Taklim yang hadir yang dipandu Kaharuddin S.PdI salah seorang PAI Non ASN. Lanjut Nani jelaskan pembelajaran sangat dirasakan manfaatnya oleh warga Majlis Taklim. Hal ini ditandai dengan antusiasnya warga mengikuti pembelajaran dirosa ini. Salah seorang peserta pembelajaran dirosa Daeng Bua mengatakan ” pembelajaran dirosa sangat bagus apalagi saya ini baru mau belajar mengenal huruf”. Bahkan Daeng Bua ini berharap agar pembelajaran dirosa dilaksanakan tiap pekan, harapnya.

Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Desa Bontojai Bunga Sunggu menjelaskan bahwa pembelajaran Al-Qur’an lewat Metode dirosa adalah salah satu dari sekian banyak program PKK. Hal ini kita lakukan, lanjut istri Kepala Desa Bontojai ini katakan, agar ibu-ibu rumah tangga di Desa kami tdk Buta aksara Al-Qur’an. Kepala KUA Kecamatan Tamalatea Abdul Malik S.Ag.MH disetiap kesempatan memberi semangat dan spirit kepada seluruh Penyuluh agar bekerja sesuai dengan tupoksinya minimal melayani kepentingan masyarakat dalam pembinaan dan bimbingan Pembangunan Agama. Termasuk diantaranya pengukuran arah kiblat. Tuturnya dengan senyum khasnya. Red: Al Ayyupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.